Tuesday, 18 May 2010

Pour l'amour de dessiner et de l'art plastoc

qu'est-ce qui m'arrive?!C'est vrai qu'avant la grossesse,j'aime bien l'art,mais pourquoi cela devient de pire en pire? c'est à cause de la bébé? En tout cas j'espère bien qu'elle va bien dedans, son cerveau se développe bien... le fait que je suis tombée amoureuse à mort d'art n'est pas une indication d'une maladie grave de cerveau (autisme ou quelques choses comme ça...) *s'inquiéter*

Je suis tombée amoureuse de Monet. Et quand je pense à ses tableaux, je me sens vivante, excitée, plein d'amour de la vie. J'étais déjà amoureuse de lui et son jardin exceptionnel en Normandie. Et j'adore Affandi, Raden Saleh, et Van Gough depuis toujours. Mais maintenant, tous les jours, je passe mes journées en dessinant, en effet, il ne se passe pas une journée sans que je dessine. Et quand je m'y mets, je me sens paisible et plein d'amour. Est-ce que c'est normal?

ô Dieu, je vous prie... prenez bien soins de ma future bébé, qu'elle soit née en bonne santé....

Wajah Tidur

Sudah seminggu terakhir ini dia cuti. Dan dia bakal cuti paling tidak untuk 2 minggu ke depan. Karena itu saya berangkat kerja sendirian. Senang bisa mendapati wajah tidurnya dengan tubuh dibalut couette. Rasanya damai dan manis. Saya akan selalu teringat, salah satu alasan mengapa saya begitu menyayanginya, wajah tidurnya!

Friday, 9 January 2009

Melihat Dunia Dengan Cara yang Berbeda


Ceritanya, akhir-akhir ini, hotel di mana gue bekerja, banyak kedatangan tamu-tamu tunanetra dari berbagai negara, yang menghadiri seminar atas undangan UNESCO yang letaknya gak jauh dari hotel. Mereka nginep sekitar minimal seminggu lebih.

Yang bikin gue kagum, banyak diantara mereka yang hadir berpasangan, dimana keduanya sama-sama buta, tapi kelihatannya hidup mereka normal-normal aja. Beberapa diantara mereka datang dengan anjing mereka (buset itu bayar berapa ya di pesawat?), dengan lap top mereka (gue gak tau gimana mereka bisa menggunakan komputer mereka, tapi gue yakin itu adalah barang yang sangat berharaga buat mereka). Diantara mereka, ada yang mantan menteri tenaga kerja (aduh gue lupa, menteri apa ya dia, mendagri atau menaker Inggris) David Blunket, yang buta semenjak lahir. Tauk gak sih lo, dia cukup ganteng dan menarik bow... yah ternyata gue baca di wiki, doi emang banyak skandal percintaan dengan berbagai wanita..hahah.

Beberapa, ada yang datang bersama pasangan mereka yang tidak buta, bikin gue salut sama mereka yang mampu mengabdikan hidupnya untuk kepentingan pasangan hidupnya, menolong tanpa pamrih, karena terus terang, gue belom tentu bisa. Kecuali kalau anggota keluarga gue mendadak ada yang begitu, gue pasti mau ngebantu (aduh mudah-mudahan nggak akan pernah kejadian).

Kita banyak direpotkan juga sih dengan mereka, karena misalnya tau-tau anjingnya udah kebelet pipis pagi-pagi, majikannya belom sempet ngeluarin mereka keluar karena masih sibuk ngeraba-raba situasi tempat, eh tau anjingnya udah ngompol duluan, bikin temen gue misuh-misuh (ya temen gue mah emang rada-rada..., udah gemes kali dia kecapean). Dan salah satu dari mereka yang bawa lap top, sempet kehilangan lap topnya di taxi yang membawa mereka dari bandara ke hotel kita, jadilah gue kerepotan telepon sana sini, sedangkan mereka tidak pernah tau nama taxi, nama supir, nomor kendaraan dan lain sebagainya (kata mereka, ada orang yang nolongin mereka manggilin taxi di airport, jadi mereka ya masuk-masuk aja). Belom lagi, kalau mereka minta pesan taxi, trus tau-tau supir taxinya gitu dateng jemput ke loby hotel, langsung nolak gitu ngeliat calon tamunya punya anjing. Kata mereka, gak ada taxi di Paris yang mau bawa anjing di dalam mobil mereka. Ihh... supir-supir taxi di Paris emang terkenal nyebelin dan kasar-kasar! Katanya mereka gak berhak menolak tamu buta yang bawa anjing (menurut hukum).
Pokoknya kerja kita jadi lebih extra untuk tamu-tamu kita yang spesial... Tapi manfaat yang ambil, jadinya gue diingetin lagi untuk lebih sabar, dan belajar lebih bersukur dengan apa yang gue punya.

Cukup menarik juga bagaimana melihat mereka bertahan hidup. Ada yang gak pakai anjing, ada yang ngeluarin gadget braille elektroniknya (mirip kayak pager bo!), dan tidak heran, mereka juga jadi tontonan tamu-tamu lainnya, apalagi ketika mereka saling berjumpa di lobby hotel, dan terdengar dari percakapan mereka bahwa mereka sudah sering bersua sebelumnya di suatu konferensi lain. Ada yang dari Arab Saudi yang senengnya minta ampun sama gue, begitu dia tau gue dari Indonesia. Udah gitu, sempet ngelawak, suatu hari, "Jackie, how are you?! I didn't see you yesterday!!"
"I am fine thank you. I was here yesterday, i saw you, and said hello to you, but it seemed that you did not recognize my voice because there was so many noise around!"
"Really? You saw me? But i did not saw you??!!!"
(ya iyalah.. !!!)

Trus ada juga yang sebelum keluar dari lobby hotel, betulin rambutnya dulu, seakan-akan dia sedang melihat refleksi wajahnya di pintu kaca hotel kita.

Semenjak kemarin, mereka sudah mulai banyak yang check-out. Gue pusing mikirin billnya, karena ada yang dibayarin assosiasi mereka, ada yang harus bayar sendiri, ada yang ketinggalan dari grupnya, ada yang gue lupa nagih tagihan ini itu yang lahir dari penggunaan kamar mereka,. Trus ada yang ngamuk-ngamuk sama gue, karena gue nyuruh temen kerja gue nemenin dia ke kamarnya in case kunci kamarnya emang gak beres. Yah bukannya gue ngelecehin sih, tapi maksud gue memudahkan dia sebetulnya. Sebelumnya dia ngeluh kalau kartu kunci kamarnya gak berfungsi. Gue kasih dia kunci baru, sambil minta tolong temen gue anterin itu cewek ke kamar. Kunci kamar terdemagnetisasi adalah hal yang biasa di hotel-hotel, jadi daripada capek bulak balik kan mendingan temen gue aja yang kalau emang gak berfungsi, turun ke loby hotel untuk minta gue bikin kunci baru.. Eh ini cewek bentak-bentak gue, dia pikir gue nganggap dia anak kecil, dan adalah kesalahannya kalau dia gak berhasil buka pintu kamarnya. Sedangkan tamu yang dari Arab Saudi gak punya lagi duit Euro untuk bayar konsumsi minibarnya, dia ngasih gue duit Real Arab, which is unacceptable actually, karena gue harus nanggung akibatnya: gue gak tau rate real, jadi gue harus nombok dari kantong pribadi untuk nutup transaksi gue.

Dan ketika gue lagi sibuk-sibuk gitu, datanglah tamu lain yang baru datang, pasangan Canada. Yang perempuan, maaf, cacat di mukanya. Entah seperti ada tumor di mukanya yang membuat kepalanya seperti bengkak .. dan wajahnya mengingatkan gue kepada film beauty and the beast. Dia menggunakan tongkat untuk orang buta (walaupun gue gak yakin dia buta, karena dari caranya memandang gue ketika berbicara, dia tampak normal)... tapi suaminya normal, maksud gue, sehat, dan cukup menarik. Gue memandang suaminya dengan kagum, betapa hati orang ini sangat mulia... Dari cara mereka berbicara kepada orang-orang disekitar, dan kepada satu sama lain, tidak terbesit sedikitpun rasa minder dari cara mereka berbicara... Gue pun bertanya-bertanya dalam hati, apakah suaminya punya andil yang besar untuk memberikan kepercayaan diri kepadanya? Entahlah...

Rasanya gue sering terkagum-kagum melihat kecantikan para model... baju-baju yang indah... tapi begitu gue mengalami kejadian ini, rasanya gue mikir, gila.. gue harus puas-puasin diri, memandang segala sesuatu yang indah di dunia ini.. termasuk para lelaki ganteng di metro Paris... hahaha (serius amat sih baca tulisan gue!).

Btw, gue baru baca kemarin di kompas.com, bahwa Louis Braille (yang ternyata orang Perancis dan ternyata makamnya ada di deket hotel gue di Les Invalides), baru saja berulang tahun ke 200. Dan konferensi untuk para tunanetra ini digelar untuk memperingatinya! Pantesan, kok tau-tau awal tahun gini, hotel kita penuh banget dengan tamu-tamu. Baca deh riwayat hidup si pencipta huruf yang sangat berjasa untuk para tunanetra, yang ternyata sangat menarik dan penuh perjuangan...


Tuesday, 16 December 2008

Jaga Baik-baik Laki Lo..

"Awasin terus, tempel terus tuh laki lo..jangan kasih kesempatan cewek-cewek pemburu bule ngembat dia..."

Jadi begitulah, nasihat yang sering gue denger dari temen-temen gue yang menikah dengan pria Bule, setiap mereka pulang ke Indonesia boyong suaminya, mereka selalu was-was, katanya laki mereka sering di"colek" cewek laen... kalo mereka bawa ke disco, trus yang ceweknya ke wc, eh balik-balik lakinya lagi digodain cewek laen.

Malah ada temen gue yang cerita, ada pemburu yang desperate, dianya masih duduk di samping suaminya aja, eh itu wanita pemburu bule udah pada sibuk pasang aksi ke suaminya, gimana gak melotot itu mata temen gue. Yah, kalau gue pikir sih emang bener desperate itu pemburu bule, karena asli, suami temen gue itu asli gak cakep (untuk ukuran dibandingin sama cowok Indonesia sekali pun, yeah.. walaupun suaminya emang bule, yang notabene orang-orang kan sering bilang lebih kece dari produk lokal - masa sih?) , dan gayanya biasa banget, alias gak yang bule punya duit banget (padahal emang suaminya itu tajir berat sih, haha.. berarti cewek pemburu bule itu daya "cium"nya boleh juga ya?).

Nah kemaren waktu pulang, gue lagi-lagi mendengar nasihat ini beberapa kali dari beberapa temen-temen gue, suruh tempel atau ikutin terus suami gue ke mana dia pergi. Tapi... waktu gue ke mall, gue sendiri males nempelin suami gue ke mana-mana, apalagi gue orangnya sering beser gitu kan, bentar-bentar pipis, masa suami gue disuruh ngikut gue ke wc? Parno amat gue ya? (Parno apa keGRan?)

Udah gitu, gue pikir-pikir ya, gue gak ngajak dia ke disco, aktifitas kita di Jakarta cuman nge-mall, ngafe, ngeresto, ke tempat-tempat yang pengunjungnya pun juga pada gak kampungan kalo ngeliat bule khan. Kebanyakan juga orang kantoran yang bisa satu kantor sama bule juga. Dan gue yakin, diantara mereka udah pada tau bule oke ato bule norak, yang rata-rata juga udah pada sering liat bule di negara aslinya, jadi udah tau buruk jeleknya para bulesss (yeah.. gue sebetulnya paling males sama kata-kata bule, hehe).

Tapi gue akuin, kadang ada rasa was-was juga sih kalo ninggalin dia, kayak dia nungguin gue potong rambut, di salah satu cafe di mall yang sama. Ntar kalo tau-tau ada cewek iseng gimana ya? Tapi gue pikir-pikir lagi, ya elahhh... kalau mau gaet suami gue mah, gih dah sana, cobain..soalnya dia asli kere gak punya duit dan gak cakep-cakep amat juga. Jadi, kalau mau siap menderita kayak gue, jadi istri bule tinggal di luar negeri kismin berat, ya sok deh cobain... hahaha...

Dan pula, suami gue kalo suruh cari istri baru dari Indonesia lagi, ya juga males, udah ampun-ampunan ngurus ijin tinggal buat gue yang sampe sekarang pun gak kelar-kelar deh.. dan belom lagi harus didik "istri" baru untuk belajar bahasa Perancis, budaya kejunya Perancis, dan lain sebagainya hahaha... itu sih kembali ke titik nadir namanya, dan belon tentu dia mau harus ngalamin itu semua... !!!

Kalo gue inget tentang pengalaman temen-temen gue, dibandingin ama pengalaman gue, gue jadi mikir, siapa yang harus dikasih hani ya, para bule seekers, temen-temen gue atau gue dan suami gue ya? Kayaknya golongan terakhir deh, soalnya hidup di luar negeri menderita gini..hahaha.. :))




Tuesday, 9 December 2008

I am back... from dreams to reality!

After 5 weeks away from France to go home back to the loveliest country on earth (indonesia), i am back to reality... menghadapi dinginnya cuaca Perancis, dan hebatnya tadi siang salju turun..bikin saya semakin ngedumel-ngedumel. Belum lagi saya meringis menatap wajah tukang daging dan tukang sayur dekat rumah saya, betapa saya tidak merindukan mereka, walaupun mereka selalu baik terhadap saya. Saya pun juga mulai lupa kata-kata sakti dalam memesan daging (padahal waktu liburan saya tetap menggunakan bahasa ini untuk berkomunikasi kepada teman-teman perancis yang ikut dengan kita).

Banyak sekali yang saya lakukan ketika kemarin pulang kampung, dan sayangnya banyak sekali tidak sempat berjumpa dengan kawan-kawan lama saya, karena kesibukan mereka, dan juga waktu yang mepet di Jakarta...Saya pun tidak lama menghabiskan waktu dengan keluarga saya.. padahal saya ingin berlama-lama dengan mereka, khususnya melihat keponakan-keponakan saya tumbuh menjadi besar!

Banyak hal baru yang saya lakukan ketika kami di Indonesia, misalnya rafting, diving, surfingdan yang asik adalah makan kecombrang..betapa saya merindukan tanah airku itu!

Saya transit di Abu Dabhi, karena saya naik pesawat Etihad yang merupakan pesawat nasional para emirati.. Sungguh saya puas dengan pelayanan mereka, dan entertainment mereka yang nomor satu, terutama makanannya yang tiada tara! Sandwichnya aja maknyus banget, padahal saya biasanya paling malas makan sandwich!

Transit di Abu Dabhi adalah transit yang cukup membosankan, karena tempat transitnya kecil, dan bising sekali dengan pengumuman-pengumuman. Tapi saya terkesima dengan international people yang bekerja di dalamnya. Saya menemukan wajah-wajah yang mirip dengan saya, yang ternyata mereka adalah orang Philipina.

Satu yang menjadi sorotan saya adalah banyaknya TKI yang menumpang pesawat yang sama., yang hendak pulang kampung, maupun berangkat kerja ke tanah Arab. Rasanya iba melihat banyak dari mereka yang datang dari desa terpencil di Indonesia untuk mengadu nasib, tapi sering ditipu sana sini, disiksa... Salut kepada mereka, pahlawan devisa Indonesia.

Tapi yang saya sesalkan dan yang bikin saya makin sadar ketinggalannya bangsaku, adalah, ketidakmampuan mereka dalam bersikap, tidak ada budaya yang baik sebagai penumpang pesawat. Rata-rata dari mereka tidak tahu budaya antri, dan berlaku membahayakan semua awak pesawat, dengan tidak mematikan handphone mereka di pesawat, dan juga terus menerus bersms-an hingga detik terakhir pesawat siap lepas landas. Terakhir yang bikin malu, adalah ketika pesawat baru saja landing, mereka sudah melepas sabuk pengaman dan membuka bagasi kabin yang terletak di atas kursi mereka. Otomatis pramugari ngamuk berat...

Duh, bangsaku, engkau memang indah sekali.. tapi masih banyak PR kita, yaitu memajukan dan mendidik bangsa. Rasanya ingin turun tangan membantu apa saja yang bisa kita bantu untuk membangun bangsa... jadi ingat teman yang tidak sedikit pun ingin pulang, karena Indonesia terlalu terbelakang.. Mungkin dia lupa kalau roma tidak dibangun dalam satu hari, dan prosesnya panjang sekali. Mungkin dia hanya mau enaknya aja, biar orang lain yang membangun Indonesia, nanti kalau Indonesia udah bagus, baru deh mau pulang... dia tinggal menikmati perjuangan orang lain... nggak sadar kalau bangsa kita membutuhkan uluran tangannya juga untuk dibangun...

Ah, rasanya tempat saya bukan di Perancis... jadi ingat kata sepupu saya kemarin, hujan emas di negeri orang, lebih enak hujan batu di negeri sendiri..hihihi.. kuno sih, tapi kadang saya memahaminya.


Friday, 12 September 2008

At The Moment


Gue berasa jadi ABG deh, kemaren-kemaren ngefans sama Eric Mabiusnya Ugly Betty (dan juga filmnya in general)... eh sekarang naksir sama Ed Westwicknya Gossip Girl. Menurut gue, GG itu ceritanya biasa banget, dari jaman BH9210 sang pelopor sampe sekarang ceritanya ya gitu-gitu aja, formula gonta ganti pasangan, mengetengahkan life style anak-anak orang kaya. Padahal, banyak hal yang lebih penting untuk dipikirin di luar sana. BH9210 pada awalnya sangat berbobot, banyak mengetengahkan tentang problema remaja. Tapi akhirnya ya cuman terjebak sama plot cinta yang gak penting.

Anyway, yang asik untuk ditonton dari GG sendiri adalah fashionnya, yang tampaknya butuh kerja keras di belakang layar. Yang jadi bintang utama di film ini ya modenya itu sendiri.Tapi kalo dipikir-pikir, gile juga ya, masa remaja sadar fashion banget, kadang-kadang gayanya udah kaya emak-emak, hehehe. Tapi emang sedari awal, gue ngeliat si Chuck Bass ini kok accentnya rada laen, dan pakaiannya kayak banci fashion gitu, tapi kok ya cocok-cocok aja, coba aja kalau si Chace Crawford yang punya gaya gitu, ya gak cocok! Gaya si Chuck yang bajingan dan cool ini menarik juga kalau dipikir-pikir, abis mengingatkan gue sama.. apa ya, cowok-cowok pengusung brit sound gitu? Ternyata, si Chuck ini, diperankan oleh aktor inggris yang aslinya punya accent yang lebih kental dan sexy (secara gue penggemar accent inggris dan musik-musik yang dateng dari sana). Dan kerennya lagi, ternyata si Ed ini, aslinya ngeband.. ah, makin jatuh cinta aja deh gue. Tapi ya gimana ya, umur gue jauh lebih toku dari si Ed ini, dan yah, gue udah punya "pacar" yang sayangnya gak punya accent sexy kalau lagi ngomong inggris, gaya pakaiannya kebanting dibanding si Ed, dan juga, kalau maen gitar atau nyanyi, fales abis..hahahahha...tapi dipikir-pikir mukanya gak jauh beda sih dari si Ed, terutama tatapan mata dan alisnya.... halah berharap!!!

Btw, ini daftar list lagu yang lagi gue dengerin akhir-akhir ini, gue masih dengan selera gue seperti dulu, jaman gue masih SMA... Pssttt....dulu waktu gue SMA, gue segmennya lebih ke Seattle Sound, lulus SMA ya lebih ke Brit Sound, malah sempet demen -juga sebelum lulus kuliah- sama RnB). Sekarang, ya campur sari, world music termasuk gamelan, dan kembali ke rock classic dan glam rock yang gue suka jaman SD-SMP.

The Virgins - Rich Girls
Rooney - When did your heart go?
The Strokes - What ever happenned last night
The Verve - Love is Noise

photo is taken from community.livejournal.com no intention of IPR infrigement

Friday, 5 September 2008

Ganti Baju

Kayaknya udah mulai masuk musim gugur nih, karena udara udah mulai dingin. Sial, kita tahun ini gak dapet Indian Summer (akhir musim panas ditutup dengan cuaca panas).
Kalau udah begini, rasanya gue selalu kepengen beli baju, karena baju tahun lalu entah udah jelek, atau ketinggalan jaman, atau udah bosen. Gue bukannya orang yang modis sih, tapi gak tau deh, emang demen aja beli baju...

Tapi lagi bokek gini, kayaknya mending ditahan-tahan sampai bulan Januari 09 deh, dimana saatnya ada diskon gila-gilaan, hehehe. Dan kalau udah diskon gini, mending nyarinya di St. Denis, ke outletnya Mango, Nike etc etc. Dan pergi ke St. Denis kalau lagi akhir pekan dan lagi musim diskon, mendingan pake angkot, jangan pakai mobil, parkirnya susah bo!!!

Dan mau lebih gampangnya lagi? Internet shopping!!! La Redoute gitu kan mayan banget :) La Redoute mengclaime dirinya sebagai internet shopping terbesar. Emang gue seneng sih liat model-model di cataloguenya. Sering model-modelnya original. Tapi ati-ati, jangan beli merek ternama di La Redoute, harganya jadi lebih mahal.